Posts

Pandemi, Gerbang Sekolah Ditutup, Pintu Hiburan Dibuka.

Kedatangan covid-19 melemahkan sektor sosial di berbagai negara, mulai dari ekonomi, kesehatan, sampai pada pendidikan.  Dalam hal ini, menentukan langkah yang tepat untuk meminimalisir dampak covid-19 sangat penting. Namun pertanyaannya adalah "bagaimana langkah yang tepat itu?". Seperti yang terjadi pada sektor pendidikan masyarakat yang sangat merosot di masa pandemi ini. Celakanya, para pelajar merasa bahwa pendidikan daring sangat tidak efektif bagi mereka, sehingga pelajar memposisikan pendidikan setelah kegiatan bermain mereka. Permasalahan tersebut seakan didukung oleh pemerintah setempat, seperti yang sedang terjadi di wilayah Gresik Utara. Dibukanya tempat-tempat wisata di masa pandemi seakan mendorong pelajar untuk melupakan tempat sekolah mereka yang sedang ditutup.  Berdasarkan fakta yang terjadi delapan dari sepuluh sekolah di Gresik Utara ditutup di masa pandemi ini, diantaranya adalah SMA Kanjeng Sepuh, SMAN1 Sidayu, MA Kanjeng Sepuh, dan masih banyak yang lai...

Penulisan Belum Kreatif

  Mengantuk, Sopir Ojek Temui Sang Kuasa di Taman Kota. Selasa dini hari (08/12). SG sebutan untuk seorang lelaki tua penunggang kuda besi berumur 60 tahun yang setiap hari membantunya memungut nafkah dari aspal hitam sebagai tukang ojek kini mengahiri pengembaraannya dengan kuda besi tuanya itu. Darah perjuangan yang terserak diantara bunga-bunga berguguran di taman kota Gresik Jawa Timur mengundang penduduk untuk mengevakuasi jasad malangnya yang terlempar oleh kuda besinya dan membentur tembok pembatas taman kota akibat kedua bola matanya yang tak kuasa lagi untuk terus terbuka  menyaksikan malam yang sunyi itu. Pukul 02:00 pagi yang semestinya sunyi berubah menjadi keramaian yang memilukan. Keluarga SG mulai berdatangan dengan bekal air mata yang mereka tumpahkan bersama di taman kota dini hari itu. Sesekali anak perempuannya tak sadarkan diri akibat tak kuat mengemban kenyataan pahit yang jatuh menimpanya dengan tiba-tiba. Sahut-sahutan suara tangisan keluarga SG kemudian...

Reinkarnasi Luka

Menyibak sesajen di lereng perjanjian kita telah membuat roh suci berteduh Mantra-mantra porak-poranda dihempas kecewa Tatap sayu pertapa merapal kutukan buas Sinta! Reinkarnasiku telah tiba Akulah Rahwana berwibawa Langkahku gandrung akan pembalasan Aku tetap mencintaimu dengan kekesalan Aku akan mencintaimu dengan keji Aku masih mencintaimu Izinkan aku membunuhmu.

Ziarah 5

 Tak satupun makam kenangan yang pantas diziarahi saat ini Terakhir kali kuukir kisah kita dalam peti mati rasaku Mari berlomba mengubur rasa hidup-hidup Jangan ada tanda! Agar kita tak pernah lagi berziarah pada perjanjian yang telah usang M. Amin Ashar

Ziarah 4

Kabar kematian tangis dan amarahmu kubaca lewat undangan pernikahanmu Mulut semesta berkata suamimu membunuh mereka Aku bermaksud menghadiri upacara pemakamannya Aku terkejut.. Tak satupun duka berkeliaran Rupanya pesta pernikahanmu adalah upacara pemakaman mereka Hatiku sekarat dicabik-cabik cemburu Tercengang menyaksikan senyum manis, kecil, dan lucu duduk dipangkuan suamimu Aih... Ternyata kau melahirkan senyum baru di luar nikah Keputusasaan menyeretku pulang Sialan... Aku jadi muak dengan jasad senyummu ini Rasaku meberontak mengambil belati dan mencincang mayat senyummu Kulempar potongan-potongan senyummu untuk makan malam anjing-anjing tetangga Segala cemas meninggalkan singgasana Menyekap kedamaian dalam ruang pembalasan  Kebaikan gugur di medan tempur Salah apa aku kau buat begini? M. Amin Ashar

Ziarah 3

Kumandikan senyummu dengan melati Kubalut gaun pengantin putih terbaring dalam lemari kaca Sesekali kuajak kencan buta dan menciuminya Oh senyum yang malang Tiga tahun kunafkahi dengan air mata Senyum yang sederhana Menyapu resah nganga Serpihan nestapa bertekuk lutut Kasih... Angan mempermainkanku malam ini Merayu Memaksaku menikahi senyum manismu ini Membuatmu cemburu dengan senyummu sendiri Kejam bukan? Tapi aku tak setega itu Ingin kuselamatkan kau dari bajingan-bajingan itu Tapi... Jika kubunuh tangismu Kau hanya akan memarahi semesta Jika kubunuh amarahmu Mungkin kau hanya menangis sepanjang hari Aaaah... Seusang apa kabarmu saat ini? M. Amin Ashar

Ziarah 2

Kumakamkan senyummu tanpa pusara Tak ada lagi alamat untuk menziarahinya Desas-desus persekongkolan tangis dan amarahmu tercium anyir  Mereka sepakat mengikat dan menghapusmu dari hidupku. Baiklah aku sendiri saat ini Mencumbui sepi Berbagi kopi dengan segala khayal sampai pada puncak kehilangan yang mendorongku jatuh ke jurang Aku gila, aku sekarat Aku merangkak ke lorong-lorong sempit dalam ingatanku Tertatih mencari makam senyummu tiga hari lalu Aku masih ingat bahwa aku yang menggali makamnya disamping bunga Kamboja Ah.. itu dia! Kubongkar dengan cakarku saat gerimis tengah malam Jasadnya masih cantik dan wangi seperti pertama kali ku temui di taman kota. M. Amin Ashar