Ziarah 2
Kumakamkan senyummu tanpa pusara Tak ada lagi alamat untuk menziarahinya Desas-desus persekongkolan tangis dan amarahmu tercium anyir Mereka sepakat mengikat dan menghapusmu dari hidupku. Baiklah aku sendiri saat ini Mencumbui sepi Berbagi kopi dengan segala khayal sampai pada puncak kehilangan yang mendorongku jatuh ke jurang Aku gila, aku sekarat Aku merangkak ke lorong-lorong sempit dalam ingatanku Tertatih mencari makam senyummu tiga hari lalu Aku masih ingat bahwa aku yang menggali makamnya disamping bunga Kamboja Ah.. itu dia! Kubongkar dengan cakarku saat gerimis tengah malam Jasadnya masih cantik dan wangi seperti pertama kali ku temui di taman kota. M. Amin Ashar