Penulisan Belum Kreatif

 

Mengantuk, Sopir Ojek Temui Sang Kuasa di Taman Kota.

Selasa dini hari (08/12). SG sebutan untuk seorang lelaki tua penunggang kuda besi berumur 60 tahun yang setiap hari membantunya memungut nafkah dari aspal hitam sebagai tukang ojek kini mengahiri pengembaraannya dengan kuda besi tuanya itu. Darah perjuangan yang terserak diantara bunga-bunga berguguran di taman kota Gresik Jawa Timur mengundang penduduk untuk mengevakuasi jasad malangnya yang terlempar oleh kuda besinya dan membentur tembok pembatas taman kota akibat kedua bola matanya yang tak kuasa lagi untuk terus terbuka  menyaksikan malam yang sunyi itu.

Pukul 02:00 pagi yang semestinya sunyi berubah menjadi keramaian yang memilukan. Keluarga SG mulai berdatangan dengan bekal air mata yang mereka tumpahkan bersama di taman kota dini hari itu. Sesekali anak perempuannya tak sadarkan diri akibat tak kuat mengemban kenyataan pahit yang jatuh menimpanya dengan tiba-tiba. Sahut-sahutan suara tangisan keluarga SG kemudian diikuti dengan suara sirine ambulan yang berteriak nyaring melemparkan kabar duka di sepanjang jalan kenangan sang legenda pengembara kuda besi itu.

Siswanto, teman seperjuangan SG yang duduk diwarung kopi bersama ikut angkat suara, “saya sudah mengingatkan korban untuk tidak narik pelanggan dulu, soalnya saya lihat dia agaknya kurang sehat dan sangat butuh istirahat, tapi dia menolak dan tetap memenuhi orderan pelangganya”. Siswanto juga memberikan kesaksian bahwa SG adalah seorang yang sopan, baik, dan sangat giat dalam mencari nafkah.

Sungguh malang, jejak langkah kuda besi SG kini hanya akan menjadi kenangan hitam bagi keluarga yang ditinggalkan. SG meninggalkan dua anak perempuan yang masih duduk di bangku SD dan juga istrinya yang kini menjadi seorang tulang punggung penggantinya.

Jasad legenda pengembara kuda besi SG dikebumikan di pemakaman umum desa Lumbung, kecamatan Lumpur Gresik. Pada selasa siang stelah dimandika dan diiringi semerbak wangi bebunga yang turut mengantarnya pada peristirahatan terakhirnya sebelum menemui sang kuasa.


M. Amin Ashar


Comments

Popular posts from this blog

Ziarah 1

Ziarah 4

Ziarah 5