Kabar kematian tangis dan amarahmu kubaca lewat undangan pernikahanmu Mulut semesta berkata suamimu membunuh mereka Aku bermaksud menghadiri upacara pemakamannya Aku terkejut.. Tak satupun duka berkeliaran Rupanya pesta pernikahanmu adalah upacara pemakaman mereka Hatiku sekarat dicabik-cabik cemburu Tercengang menyaksikan senyum manis, kecil, dan lucu duduk dipangkuan suamimu Aih... Ternyata kau melahirkan senyum baru di luar nikah Keputusasaan menyeretku pulang Sialan... Aku jadi muak dengan jasad senyummu ini Rasaku meberontak mengambil belati dan mencincang mayat senyummu Kulempar potongan-potongan senyummu untuk makan malam anjing-anjing tetangga Segala cemas meninggalkan singgasana Menyekap kedamaian dalam ruang pembalasan Kebaikan gugur di medan tempur Salah apa aku kau buat begini? M. Amin Ashar