Ziarah 1
Aku masih termenung di bawah bungkus nasi ayam yang tak kau habiskan semalam
Aku lemah
Mataku memasang portal larangan bagi para kantuk yang ingin menziarahi makam ingatanku yang lusuh
Aku resah
Habis kubaca berita kematian hujan dari koran bungkus nasimu itu
Tak akan ku biarkan kau membacanya
Aku bangga
Senyummu melintas mendahului segala keresahanku yang berangkat naik angkot
Meninggalkan kita di warung pinggir jalan.
Tapi sialan...
Tinggal tangis dan amarahmu yang duduk makan bersamaku
Segala leluconku mati dikeroyok mereka berdua
Sudah cukup! kuantar kau pulang
Dan sayang... Kau pasti tak akan melupakan keramaian itu
Kerumunan massa mengeliling korban kecelakaan dan ya.... dia adalah senyummu yang terkapar ditengah lampu merah bahkan mati di tempat.
Aih... Sakit benakku dirajam kelam
Matilah aku!
Haruskah aku menjalani hidup hanya dengan amarah dan tangismu ini?
M. Amin Ashar
Comments
Post a Comment